8 Pemain Dilarang Main di IBL Seumur Hidup Akibat Pengaturan Skor

Bandar Judi Basket – Indonesian Basketball League (IBL) mengambil langkah tegas kepada delapan pemain dan satu ofisial yang terlibat dalam skandal kasus pengaturan skor. Sembilan punggawa Siliwangi Bandung tersebut akan dikenakan sanksi dilarang terlibat di IBL seumur hidup.

Sembilan orang tersebut adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo, Zulhilmi Fatturohman. Nama terakhir merupakan ofisial tim.

“Hukuman ini harus diberikan karena mereka melakukan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan,” kata Commissioner IBL Hasan Gozali.

BACA JUGA :  Cleveland Cavaliers Menang 10 Kali Beruntun

 Hukuman berat ini sudah sesuai dengan peraturan pelaksanaan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berisi “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub iBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup”.

Sembilan pelaku pengaturan skor ini sebelumnya sudah mendapat hukuman dari PP Perbasi. Mereka tidak boleh bergelut di dunia basket nasional dengan durasi bermacam-macam.

Ferdinand dihukum skorsing selama lima tahun. Wilopo, Gian, Haritsa dan Untung dihukum dengan durasi empat tahun, Vinton, Fredy, dan Riza menerima hukuman tiga tahun dan Zulhilmi diskors dua tahun.

Bila nantinya ada pemain, pemain asing, pelatih, tim official, pemilik klub, dan wasit lain yg terlibat pengaturan skor juga, IBL juga tidak akan ragu memberikan sanksi tegas terhadap mereka- mereka yang terlibat di dalamnya.

Hukuman berat sengaja dijatuhkan pihak IBL agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di musim-musim kompetisi berikutnya. “Siapa pun yang terbukti melanggar  akan dikenakan hukuman termasuk pemain asing, wasit, hingga pemilik klub”, ujar Hasan.

“Dalam olahraga yang terpenting adalah Sportivitas, termasuk olah raga  bola basket juga. IBL akan selalu menjaga prinsip ini,” kata Hasan.

Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Danny Kosasih juga mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang seseorang untuk tidak terlibat dalam aksi judi. Dia juga telah memegang 13 nama lainnya yang terlibat match fixing di IBL musim lalu.

“Di Perbasi, ada 13 daftar  nama orang yang antri untuk mendapatkan sanksi. Setelah mendapatkan bukti, saya akan jatuhkan sanksi,” katanya.

Sebelumnya, melalui surat pemberitahuan bernomor 508/XI/PP/2017, Perbasi memberikan sanksi berat terhadap sembilan punggawa klub Siliwangi Bandung. Hukuman bermacam-macam mulai dari dua tahun hingga lima tahun. Sanksi mulai berlaku 31 Oktober 2017.

Usut Tuntas Skandal Pengaturan Skor di IBL!

Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta, Youbel Sondakh, meminta PP PERBASI mengusut tuntas skandal pengaturan skor di Indonesian Basketball League (IBL). Para pemain juga akan diingatkan ada sanksi yang mengancam jika terlibat skandal.

Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP PERBASI) dan operator Indonesia Basketball League (IBL) telah menjatuhkan  sanksi kepada delapan pemain dan satu official Siliwangi Bandung yang terlibat pengaturan skor. Oleh PERBASI, mereka diganjar hukuman berbeda-beda. Sementara IBL memberikan sanksi berupa larangan bertanding seumur hidup.

“Pertama kali mendengar cukup kaget. Bagi kami para atlet , sudah latihan capek-capek tapi ada yang melakukan seperti itu, artinya mereka tidak menghargai olahraga ini. saya PB PERBASI sudah ambil keputusan soal ini, ” kata Youbel.

“Untuk ditawari, jujur saya tidak pernah. Tetapi, saya tahu saat menjadi pelatih, dalam arti ada yang janggal dalam game tertentu itu pernah saya alami. Misalnya harus ada yang menang dengan angka tertentu, tapi justru sebaliknya. Pasti akan timbul pertanyaan. Jika menonton basket mengapa kuarter begini. Tapi bukan berarti saya tahu ada yang ditawarin atau tidak, cuma melihat yang aneh pasti kelihatan,” dia berkata.

Youbel menilai hal itu bisa muncul karena dengan kemudahan komunikasi. Namun, tidak berarti dapat ditoleransi.

“Sekarang karena era digital semua orang dapat berkomunikasi, bisa betting (taruhan) di internet. Dulu belum terlalu karena hanya di GOR saja tapi mungkin karena lingkupnya lebih luas, uang yang ditawarkan semakin besar, pemain tambah banyak, ditambah kemajuan teknologi makanya ada seperti ini,” Youbel menjelaskan.

“Jangan salah juga mungkin juga orang dari luar yang menjadi bandarnya,” ujar pelatih 33 tahun itu.

Youbel mengingatkan agar para pemain tak tergoda untuk mencoba pengaturan skor. Sebab, risiko bakal ditanggung oleh pemain seorang diri. Tidak hanya sanksi larangan bermain, tetapi juga mendapat sanksi sosial.

“Sekarang karena sudah ada kejadian dan preseden buruk buat pemain. Ya mereka tinggal memilih. Kami juga tidak bisa memaksa, kamu tidak boleh ini, tetapi tanggung sendiri risikonya. Harusnya mereka sadar sekalinya hancur mereka sampai tua nanti akan trus dibicarakan orang. Itu saja pelajarannya,” kata pelatih yang pernah membawa tim Satria Muda menang di Perbasi Cup 2016 ini.

“Sebenarnya sanksi sosial yang lebih besar karena ketika berkerja dengan orang lain. Ya untuk pemain mungkin golden age-nya sampai 30 tahun, tapi untuk selanjutnya bagaimana? mereka kan tidak pikirkan bagaimana nanti. Ya ini jadi pelajaran lah buat semua,” kata dia. Bandar Judi Basket